25.9 C
Semarang
Wednesday, 25 November 2020
SINERGIMSAS.NET

Tentang Imunologi

Ditinjau oleh: dr. Allert Benedicto Ieuan Noya

https://www.alodokter.com/cari-tahu-tentang-imunologi-di-sini

Sistem imun atau kekebalan tubuh bertugas melindungi tubuh dari serbuan bakteri atau virus dan mempertahankan diri dari pengaruh lingkungan yang berbahaya. Terganggunya sistem imun membuat agen biologis penyebab penyakit atau patogen bertindak lebih agresif sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit.

Imunologi merupakan ilmu yang turut mempelajari berbagai aspek sistem imun dan sejumlah bentuk gangguan sistem imun. Ilmu ini termasuk ke dalam ilmu yang baru berkembang. Imunologi diawali dengan penemuan vaksin oleh Edward Jenner di tahun 1796.

Seberapa Penting Peran Imunologi di Bidang Medis?

Studi imunologi makin berkembang seiring kemajuan zaman. Di zaman kesehatan dan medis yang makin modern, imunologi berperan penting dalam menangani sejumlah masalah kesehatan. Beberapa riset terkait imunologi mulai banyak dilakukan, seperti imunoterapi, menanggulangi penyakit autoimun, hingga menemukan vaksin untuk patogen baru, misalnya ebola.

Sistem imunitas merupakan suatu keterkaitan kompleks yang terdiri atas struktur dan proses yang terus-menerus berkembang dalam upaya menangkal serangan penyakit. Komponen molekuler dan seluler yang membentuk sistem imun sesuai fungsinya terbagi dua, yaitu bawaan dan adaptif.

Imunitas bawaan merupakan lini pertama sistem pertahanan tubuh. Imunitas bawaan mencakup pelindung fisik, seperti air liur dan kulit, beserta sel-sel makrofagus, basofil, neutrofil, dan sel mast.

Imunitas adaptif menjadi lini kedua sistem pertahanan tubuh yang bertugas membangun ingatan tubuh ketika menghadapi infeksi. Imunitas adaptif melibatkan antibodi yang bertindak melawan patogen asing di dalam darah.

 

Disfungsi Imun dan Metode Pemeriksaan Imunologi

Sebuah penelitian imunologi mencoba menemukan sejumlah penyakit yang disebabkan oleh gangguan sistem imun atau disfungsi imunitas. Penelitian ini juga berupaya menemukan terapi dan langkah penanganan terbaru yang dapat menyembuhkan defisiensi imun. Jenis-jenis penyakit yang terkait disfungsi imun, antara lain:

  • Alergi: gangguan hipersensitif di sistem kekebalan tubuh yang menganggap partikel asing berbahaya, padahal tidak berbahaya.
  • Asma: umumnya muncul ketika sistem kekebalan tubuh bermasalah dalam merespons partikel-partikel hirup di udara yang menyebabkan penebalan di saluran pernapasan.
  • Kanker: penyakit yang disebabkan tidak terkontrolnya pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh. Sel-sel kanker ini akan menghancurkan sistem kekebalan tubuh inangnya.
  • Defisiensi imun: merupakan gangguan yang menyebabkan lumpuhnya kemampuan sistem imun dalam memberikan pertahanan bagi tubuh. Defisiensi imun dihubungkan dengan sejumlah infeksi parah yang bisa mengakibatkan komplikasi. Defisiensi imun terbagi dua, yaitu primer, yang muncul sejak lahir dan sekunder, yang muncul setelah infeksi tertentu seperti AIDS.
  • Penyakit autoimun: terjadi saat sistem imun berbalik menyerang tubuh. Contoh penyakit autoimun primer adalah diabetes tipe 1. Autoimun sekunder merupakan penyakit yang muncul setelah penderita dewasa karena faktor-faktor tertentu, seperti penyakit Crohn, lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis.

Pemeriksaan imunologi dapat dilakukan melalui serangkaian tes antibodi dan tes antigen. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi infeksi dan sejumlah gangguan terkait sistem imun. Antibodi merupakan protein kecil yang bersirkulasi di aliran darah dan merupakan bagian dalam sistem pertahanan tubuh yang disebut imunoglobulin. Zat asing yang masuk dalam tubuh yang merupakan sasaran antibodi disebut antigen.

  • Pemeriksaan antibodi: Antibodi dapat dideteksi dan diukur melalui sampel darah atau kadang lewat air liur. Dalam beberapa kasus, tes ini dapat menentukan diagnosis penyakit tertentu. Jika hasil pemeriksaan terhadap antibodi tertentu adalah positif, bukan berarti pasien menderita kondisi tertentu tetapi pasien tersebut berkemungkinan menderita kondisi penyakit tertentu. Pemeriksaan antibodi dilakukan untuk mendiagnosis infeksi, penyakit autoimun dan kondisi tertentu lainnya.
  • Pemeriksaan antigen: Beberapa pemeriksaan antigen mampu mengidentifikasi protein atau substansi dari kuman dan bakteri untuk mengetahui adanya infeksi. Sampel pemeriksaan, misalnya dengan mengambil tinja untuk melihat ada atau tidaknya bakteri Heliobacter pylori. Bakteri ini dapat menginfeksi perut dan usus 12 jari yang menyebabkan sakit maag.

Di indonesia, cabang alergi imunologi klinik pada umumnya merupakan bagian dari pendidikan spesialis penyakit dalam. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai imunologi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan.

Related posts

6 comments

Leave a Comment